Pages

Daydreamer

Friday, March 8, 2019

Now all the love songs start to make sense.

I haven't felt this way for centuries, but I do now.
My world lights up every single time I see him.
My heart skips a beat every single time he smiles.
The need to know him deeper.
The urge to impress him.
Even the slightest stare can make me smile from ear to ear for a day.

Ah, I can't help it. My heart in a really weak condition right now.
And my mind, Darling, is a mess.

I am mesmerized by his attitude, his way of thinking.
I can talk to him for hours, sharing my thoughts and feelings.
Except this one, obviously.
He makes me feel comfortable.
And why do I get this weird feeling of always wanting to be near him?
It is relaxing, yet exciting at the same time.

But here comes the sad part.
We always fall in love with people we can't have, don't we?


Most Certain Thing

Wednesday, February 21, 2018

In these past few days, some people I knew had passed away. Their death were all so sudden.
It is such a mystery, isn't it? We always wonder how it happened. Yesterday we saw them all good and fine and healthy, and today they were gone. We looked for sign and tried making sense of it.

How does death work?
One day it took a baby that has never even been born yet. Other day it took a man just a minute after he went home from work. And today, it worked on a life of a mother while she was giving birth.

It can come to you too, or me, without us noticing. Maybe tonight when we're asleep, maybe 20 years later when we're on a plane leaving for somewhere, maybe we die in the middle of our prayer.
In this vague, unpredictable life, death is the only certain thing.
We don't know when, but it is inevitable. Something we can't escape from.
I hope we're ready when it knocks on our door.

Lost

Friday, June 24, 2016

You lost, honey.
You lost even before it was started.
You had no chance at all.

You should've known, but sadly, you keep hoping.
Oh, poor you, little soul.

The Question

Friday, February 12, 2016

What's your ability? What kind of thing that you're really good at? 
I've been asking myself those kind of questions. And I can't find the answer.

I'm not smart. I'm not rich. I'm not pretty. I'm absolutely not popular. I like to sing but definitely not good at it. I used to read a lot but not anymore. I like to write sometimes, but it's blah--you know. I like music but I just listen and know nothing about it. I am talkative, but not good at speaking. I can cook, but that's all. I don't like sports. I don't have that many friends. I'm not that creative. I can't draw. I am not diligent.

I can hardly find the answer.

Sometimes I look at people and the first thing that come to my mind is, oh, he's good at basketball, she's so smart, she's funny, his voice is good, he's so talented he can do anything. And mine?

What? I need to know.

I am not good at anything. That's my conclusion.

Thankful

Friday, January 8, 2016

Halo!
Wah, maaf ya, beberapa bulan ini kamu terlupakan. Udah lama nggak mampir, tiba-tiba udah 2016 aja. Duh, kemana perginya waktu sih? 
Saya sekarang udah tingkat akhir, sedang mempersiapkan skripsi hehe. Bulan-bulan lalu (sok) sibuk main dan ngurusin proposal.

Hm, udah 2016 ya. Kayak biasanya, saya nggak bikin resolusi apa-apa sih buat hidup saya, tapi semoga tahun ini semuanya berjalan dengan baik dan sesuai harapan ya. Masalah pasti akan ada, tapi semoga itu semua nggak bikin down, justru menguatkan. Mangats 2016! Mangats wisuda! hehe.

Saya bersyukur banget untuk tahun lalu. 2015 was awesome! *meskipun jarang ngeblog* *meskipun reading challenge gagal* hahahaha. 
Hm, payah juga sih. Tahun lalu saya males banget nulis, kayaknya semua kata-kata yang ada di kepala langsung menguap kalo udah di depan laptop. Padahal kepingin ngepost rutin tiap bulan di blog, tapi apa daya, hidup saya terlalu gitu-gitu aja dan nggak ada inspirasi buat nulis cerita atau curhat. Jadi, yah, gitulah. Maaf.
Terus tahun lalu saya males baca juga, nggak dapet aja feel-nya. Baca satu novel aja bisa sampai berminggu-minggu. Akhirnya nggak bisa nyelesaiin 2015 reading challenge di Goodreads deh. Saya cuma baca 36 buku padahal targetnya 76 buku untuk satu tahun. Ya ampun setengahnya aja nggak ada *malu*. Semoga tahun ini saya jadi rajin ngeblog dan baca ya.

Tapi, banyak banget hal-hal baik yang terjadi di tahun lalu. 

Saya punya hobi baru, handlettering! hehehe. Awalnya karena liat di blog orang lain, terus tertarik, akhirnya nyoba deh hehehe. And thanks to instagram! You've got me a lot of inspirations. Banyak banget orang-orang kreatif di instagram yang bikin tutorial-tutorial buat handlettering dan itu semua sangat membantu saya. The thing I love about handlettering is, you can write any word(s) you want and it will always be beautiful. Saya masih newbie banget sih, belum bisa bikin tulisan yang meliuk-liuk cantik gitu, tapi sabar aja, ada prosesnya. Kalo kata para handletterer yang udah jago sih, kuncinya ya latihan terus. Nulis tiap hari! Semangat!

Terus, tahun lalu lebih sering main-main dan makan-makan. Mungkin karena terlalu banyak pressure kali ya, abisnya kuliah tuh bikin jenuh banget, akhirnya pelariannya kalo nggak jalan ya makan hahaha. Yuk main! Saya pasti mau-mau aja deh kalo ada yang ngajakin muehehe.
 
And, the most thankful thing is, ketemu teman-teman yang superbaik, superasik, supersuportif, superngeselin-tapi-sayang, dan super super lainnya hehehe. Kalo lagi bareng-bareng mereka, lupa deh sama semua beban, bisa ketawa ngakak sampai perutnya mules. Kadang saya suka mikir "kemana aja sih kalian dari dulu? kenapa kita baru ketemu sekarang?" Yah, gitu sih ya, nggak ada yang tau rencana Yang Maha Kuasa. Padahal kemarin mereka nggak ada, terus tiba-tiba mereka hadir, nanti suatu saat mungkin mereka nggak ada lagi. Tapi semoga ini bertahan lama ya. Saya bersyukur banget udah dipertemukan sama mereka.

Akhirnya, selesailah tahun 2015 dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Semoga tahun 2016 jadi tahun yang lebih baik lagi. Wisuda sudah di depan mata! Yeay! Semangat skripsinya! Jangan lupa bahagia bersyukur! See ya!

handlettering by me :)



Trip to Dieng

Saturday, August 29, 2015

Halo!
Yeay, saya lagi liburan!

Saya mau cerita. Beberapa waktu lalu, setelah UAS selesai, saya jalan-jalan sama teman-teman saya ke Dieng dan Jogja hehe. Seru banget!
Jadi, kami berangkat tanggal 13 Agustus naik kereta jam 5.30. Kami pergi berenam dari Stasiun Pasar Senen, ada saya, Ayesha, Auli, Safik, Fakhri, dan Kak Bayu. Tujuan awal kami ke Banjarnegara, kerumah Suryo. Sekitar jam 11.00 siang sampai di Stasiun Purwokerto. Nah, dari Purwokerto naik angkot kecil gitu ke terminal, terus lanjut naik bis tanggung macem kopaja gitulah buat ke Banjar. Muahaha itu bisnya sumpah bikin jantungan. Ugal-ugalan banget. Udah gitu siapa aja penumpangnya diterima, mulai dari kakek-nenek, anak sekolah, ayam-ayam, sampai sepeda juga ikut diangkut wkwk. Rasanya kayak naik roller coaster, bikin deg-degan, salib sana salib sini. Gila abangnya, padahal yang naik rata-rata udah manula. Pokoknya lebih ngeri daripada naik metromini di Jakarta muehehe. Kami naik bis itu lama banget lagi, kira-kira 2 jam deh. Huahaha bikin banyak-banyak istighfar. Nah, abis itu sampai deh di rumah Suryo. Yeay!

Kami disambut sama es dawet banjar yang enak banget. Manis-manis legit. Terus ya gitulah, disuguhin macem-macem, ada bakwan jagung, peyek, kue-kue, banyak banget makanan pokoknya. Bapak sama Ibunya Suryo baik bangeeet, ramah, welcome sama kita-kita hihi. Sesiangan itu kami istirahat dulu di tempat Suryo, sekalian beres-beres barang karena kami mau mendaki Gunung Prau! Woohoo!

Nah, setelah Isya, setelah makan malam juga, kami langsung cus ke rumah Ana. Ana ini anak STIS juga, rumahnya deket Dieng gitu, dia juga mau ikutan naik ke Prau. Pas udah sampai dirumah Ana, ya gitu, disuguhin macem-macem lagi hihi. Terus kami istirahat, tidur sebentar. Sekitar jam 00.30 berangkat ke Dieng. Kami berangkat tengah malam soalnya mau ngejar sunrise gitu ceritanya, mau liat dari puncak Prau. Ada guide-nya, siapa namanya, saya lupa. Ok, so it begins!

Pertama, setelah parkir mobil, kami ngumpul di semacam posko gitu, registrasi, dsb. Saya nggak ngerti sih, soalnya Ana yang ngurusin, saya nggak ikutan masuk. Nah, setelah itu, kami berdoa, terus mulai jalan deh. Jalur awalnya itu udah langsung mendaki anak tangga gitu, udah enak sih jalannya aspal, cuma saya tetep aja ngos-ngosan. Baru sebentar udah capek hahaha. Setelah anak tangganya habis, kami juga masih jalan nanjak lagi, jalannya bagus, tapi itu naiknya curam dan ngabisin tenaga banget deh. Kami lumayan banyak berhenti. Mungkin karena kaget juga kali ya, masih belum terbiasa. Setelah kami jalan terus, akhirnya sampai juga di Pos 1. Woohoo! Sebenernya saya nggak tau kalo nggak di kasih tau sama guide-nya, soalnya nggak ada penanda apa-apa disana hehe. Tapi ya seneng banget udah sepertiga jalan. Iya, jadi buat ke Prau itu ada 3 Pos, terus baru Puncak deh.

Setelah Pos 1 terlewati, kami naik lagi, nah mulai disini jalannya debu gitu, dan lumayan licin. Mendingan pake masker deh biar debunya nggak masuk hidung sama mulut. Karena waktu itu kami naiknya masih gelap, cuma modal senter, jadi saya nggak ngeh kalo debunya sebanyak itu. Saya lagi flu, dan saya nggak pakai masker, alhasil waktu saya buang ingus, ingusnya cokelat semua huahaha maaf ya jadi ngomongin ingus wkwk. Jadi yaudah gitu, jalannya nanjak dan licin, jadi mesti hati-hati. Kalo capek ya istirahat aja. Saya sama teman-teman udah mulai terbiasa sih. Terus akhirnya kita sampai di Pos 2. Makin seneng, makin semangat karena udah makin dekat sama Puncak.

Menurut saya, jalur pendakiannya udah enak banget sih ini buat pemula kayak kita-kita. Kalo buat saya, jalur terberatnya ya yang paling awal itu, waktu kami naik tangga dan jalanan curam sebelum Pos 1. Saya sempet mikir, "Gila, ini sampai puncak kayak gini terus nih jalannya?", dan untungnya nggak hehe. Akhirnya, setelah kira-kira 3 jam pendakian, kami sampai juga di Puncak Prau! Yeay! Masih gelap, dan masih jam 4 pagi! Dan udaranya berasa dingiiiiiin banget karena kami nggak bergerak. Di puncak udah banyak pendaki lain, udah banyak juga yang bikin tenda. Kami nggak bikin tenda, cuma duduk dempet-dempet atau peluk-pelukan. Berharap ada yang nawarin untuk ikutan gabung di salah satu tenda hehe. Nungguin sunrise yang berasa lama banget! Udah gitu tangan saya mati rasa, nggak berasa apa-apa saking dinginnya. Di puncak, kami bisa liat bintang-bintang dari dekat, banyaaaaak banget. Terus kadang ada bintang jatuh juga. Cantik deh.

Akhirnya yang ditunggu datang juga, Sang Fajar! Hah, rasanya puas banget! Sunrisenya bagus, breathtaking. Dari puncak Prau kami juga bisa liat gunung-gunung lain, kayak gunung Sumbing dan Sindoro. Nggak sia-sia naik susah-susah. It was all worth it. Bahagia banget rasanya.
Kami disana foto-foto, duduk-duduk, ngadem, terus turun deh. Waktu turun, kan udah terang, terus kan jalurnya keliatan, dan kami semua kayak terpana gitu, beneran nih semalam lewat sini? Beneran nih semalam kami bisa naik lewat jalan kayak gini? Nggak nyangka aja.

Setelah udah di bawah, kami ke posko deket tempat parkir lagi. Bersih-bersih badan, istirahat, liat-liat foto wkwk. Di sana juga banyak pendaki lain yang mungkin mau naik juga, atau baru turun. Nah, abis itu pamit pulang ke guide-nya. Di jalan cari sarapan, ditraktir sama Ana. Hihihi. Abis itu ke rumah Ana lagi.

Sorenya, kami jalan-jalan ke Telaga Menjer. Kami keliling telaga naik perahu. Asik, santai. Telaganya suram banget, kabutnya tebel, berasa ada aura horor muehehe. Terus abis itu makan mi ongklok yang menurut saya enak banget! Baru pertama kali makan mi itu, dan saya suka hehe. Asik, seneng, seru, pengen lagi.

Here, I'll share some pictures of us :)








Jadi, segini dulu pengalaman kami jalan-jalan di Dieng, nanti kalau saya nggak males, saya cerita deh pengalaman jalan-jalan di Jogja yang lebih asik lagi. See ya!

Small Talk

Friday, July 24, 2015

Hey! Apa kabar?
Oke, karena ini masih hawa lebaran, saya mau minta maaf lahir batin ya untuk perbuatan dan perkataan yang kurang berkenan.

Kemana aja liburan? Saya di rumah aja soalnya I'm broke as fuck. Teehee~
But that doesn't mean I'm not having good time. Jadi gini, ada satu film yang saya suka banget, judulnya The Perks of being A Wallflower. Saya udah nonton dari tahun lalu, dan tahu kalo filmnya based on a book. Akhir-akhir ini minat baca saya lagi turun banget, tapi berhubung saya bosan, akhirnya iseng-iseng download epub-nya. Eh, sekali baca malah nagih hehe. And it was amazing! I love the movie but I love the book even more! I love the main character, Charlie. He's so nice, he cares too much, he thinks a lot, he reads a lot, and also writes a lot. Charlie's an honest boy, and he makes really good mixtapes. I'd like to have a friend like him. Format isi bukunya itu surat-surat Charlie yang dia tulis sendiri tentang kesehariannya. I should've bought the paperback, biar bisa lebih menghayati gitu, tapi apa daya, cuma bisa download gratisan. Biar cuma epub, tapi saya tetep puas sih, bagus banget bukunya. Abis selesai baca buku, langsung nonton filmnya lagi. The feeling was good. I can't get over that.
I wish I would have someone like Charlie or Patrick. Patrick is another favorite character, he's crazy (in a good way), fun, and the type of a friend you need in your life. I think Sam is so lucky to have both of them. Saya juga beruntung sih bisa ketemu sama mereka semua, lewat buku maksudnya. Sedih juga waktu udah sampai di surat terakhir. Pengen terus baca cerita-ceritanya Charlie. Hiks.

By the way, minggu depan saya udah masuk kuliah. UAS. Harusnya saya belajar dari sekarang, karena jadwal ujiannya nggak enak banget. Setiap hari. Tapi saya udah berulang-ulang kali nyoba belajar, dan nggak bisa. Modulnya cuma dipegang aja, abis itu biasanya malah ngelakuin hal lain. Huvd. Kalo belum kepepet emang susah ya belajar.

Ya udah akhirnya liburan ini hanya untuk berleha-leha, nggak siap-siap buat UAS hehe. Tapi emang gitu kan esensinya dari liburan ya cuma buat leha-leha, istirahat sebentar. 
Whoaaa reality is coming very soon!

A quote from The Perks of being A Wallflower.

Whisper

Wednesday, June 17, 2015

I didn't remember exactly when it changed. He was my friend, but then he turned into someone else. I liked him, a lot. He liked me too. He asked me to be his girlfriend. I couldn't be more happier.
One night, when I was about to sleep in my bedroom, I heard someone tapped on my window. I held my breath, a little bit afraid. And there was a whisper, "Open the window, please. It's me." I recognized the voice. It was him. I jumped out of the bed, and open the window. There he was, standing with his perfect smile. I felt my heart skips a beat.
I asked him, "What are you doing?"
"I miss you," he answered.
Then I held his hand, led him into my room. We were lying down in my bed. Sharing pillow and blanket. I kept holding his hand. He held mine tighter. He told me that our hands fit together like puzzle pieces. I felt the same way about it, like they were made for each other. We were talking in whispers, didn't want to wake my parents up. That night, he went home at 4 a.m. There was a smile on my face and hundreds butterflies on my stomach as he was leaving.

***
Here came the other night. I lay myself in bed, reading a book. I heard footsteps. I knew it was him. He did this a lot, sneaking into my room, I mean. I turned over, so my back facing the window. I was pretending to sleep. I liked it when he came and found me asleep, he would whisper in my ears, waking me up and kiss my head. He opened the unlocked window. I never locked it since the first time he came. He walked trough the room, and then I could feel he slipped his body into my blanket. He thought I already fallen asleep. He put his arms around me. I was feeling warm and safe. He wrapped me tighter. I could hear his breath. He kissed my head, a soft and long kiss.
Then, he whispered, "I love you..." 
He was holding his words, and continued, "but I love her more."
I wish I misheard that line, but no, it was so clear. I really wanted to cry, but I couldn't. I wish he just left me soon so it didn't really hurt, but there was no sign that he'd leave. He still wrapped me with his arms, it's even getting tighter. This time, there were no butterflies, only storms and hurricanes. I loved him it hurts. I was trying my best to remember this moment, because I knew this would be over soon.


Miss You

Thursday, April 9, 2015

I think I'm missing you a little bit. No, that doesn't mean I want you to come back. This is just a common feeling that everybody ever had.
Maybe I'm just a little bit lonely right now, so my mind keeps playing some good memories back when we were together. It was cute, really.
How is your life? Haven't heard anything from you for so long. I am safe and sound here.
Lot of things happened since then. I've moved on. Life goes on. But tonight, I don't know why I'm dying to talk to you. 
I woke up in the middle of the night, suddenly checking my phone, wishing there was a text from you, but nothing. I should have known, since we didn't talk again.
I miss the idea that you were always there for me. Every time I needed you, you were there. But now that you're gone, I think I should fix them up by myself. 
On the night like this, when everything is just so quiet, when you could hear the ticking clock, I used to be waiting for you, then we would stay up all night talking. We could talk about anything. Oh, how I miss those moments.
So, here I am writing this. Don't worry, I'll be fine. These I-miss-you stuffs won't last forever, it might be back later too, but these things won't kill me. It's bearable.


Image source here. Edited by me.

2nd Blogiversary!

Saturday, February 28, 2015

Woohooo! Happy Blogiversary!
Ternyata udah 2 tahun lho usiamu :D
Maaf nggak ingat tanggal bikin blognya, cuma ingat bulan Februari aja hihi.

Makasih ya, udah jadi semacam tempat sampah buat saya. Walaupun jarang ngepost, tapi kamu membantu banget kalo saya lagi pingin curhat.

So, minggu ini saya lagi lumayan sibuk. Yah, berhubung PKL-nya kurang lebih satu minggu lagi, jadi agak ribet gitu. Saya bakalan ke Bandung! Yes!

Btw, minggu lalu setelah UAS kan saya libur. Nah, berhubung lagi malas baca, makanya saya ngehabisin waktu dengan nonton. Bukan di bioskop, cuma nonton film di laptop. Yang saya pilih untuk ditonton adalah serial Sherlock, soalnya itu file-nya udah di timbun dari jaman kapan tau, belum pernah saya tonton. Sampai akhirnya, setelah nonton, SUMPAH ITU KEREN BANGET!!! Iya, iya, saya telat baru nonton serial superkeren itu sekarang, padahal udah ada dari tahun 2010. Tapi mendingan telat daripada nggak sama sekali kan? Saya nggak bosan ngulang-ngulang lihat setiap episode-nya. Dan sekarang saya nggak sabar banget nunggu season 4 keluar! :D

Oh iya, saya lagi punya hobi baru juga. Nulisin quotes pakai tinta diatas kertas. Terus di tempel di dinding kamar. Lumayan lucu sih hehe. Nggak tau kenapa, lagi malas banget baca novel, nggak dapet aja feel-nya. Duh, padahal udah ketinggalan jauh dari jadwal reading challenge. Semoga aja nanti--entah kapan bisa kekejar lagi.

Nah, sekali lagi, selamat ulang tahun ya, blog. Nggak, saya nggak akan bikin janji buat lebih sering nulis disini. Tapi walaupun saya jarang ngepost, saya ngecek kamu hampir setiap hari kok. Semoga saya bisa nulis sesuatu yang lebih bermutu ya, nggak cuma ocehan-ocehan sampah kayak selama ini hehe :D
See you!


Picture taken from here. Edited by me.

Change

Friday, January 30, 2015

Januari udah hampir habis nih.
Saya sih nggak punya resolusi apa-apa buat tahun baru. Yah, berharap hidup saya lancar aja.

Akhir-akhir ini saya lagi males kuliah. Nggak tau kenapa, bosan aja rasanya.
Padahal satu minggu lagi mau UAS. Tugas juga numpuk, belum saya kerjain. Kalau ada yang dikerjain cuma ala kadarnya aja. Nggak berusaha biar gimana-gimana. Pokoknya asal ngumpul, beres. Udahlah ya, ngomongin tugas terus emang nggak ada habisnya.

By the way, happy new year!
Tahun baru, template blog juga baru. Kalau yang dulu kan masih gimana gitu, nah, template yang ini jauh lebih simple hehe. Baru pertama kali ganti nih sejak awal bikin blog. Nggak apa-apa sih, udah bosan aja sama template yang lama. Lagian juga template yang lama udah nggak terlalu mencerminkan kepribadian saya *tsah*.

Yah, semua orang berubah, kan?
Saya heran sama segitu cepatnya orang bisa berubah. Di satu saat dia begini, terus tiba-tiba di saat yang lain dia begitu. Saya sering lihat orang-orang yang kayak gitu. Apalagi di kampus. They do something I never expected, dan itu bikin saya terkesan. Saya nggak nyangka kalau mereka bisa beda banget kalau ngelakuin hal-hal tertentu.

Perasaan juga berubah. I remember how fast things changed between us. Eh, jadi galau. Maklumlah ini nulisnya tengah malam, jadi bawa-bawa perasaan. Tapi, emang gitu kan. Kadang udah sampai di titik jenuh, terus akhirnya yaudah, "Fuck this shit. I'm getting out of here."

Tapi, perubahan itu bagus kok, for better or worse, bikin kita jadi berkembang. Bikin jadi lebih dewasa. Bikin kita belajar.

Saya sih berharapnya bisa berubah jadi rajin.
Atau pintar.
Atau rajin dan pintar.
Atau...
Ah, udah deh.
Bye.

Taken from here.

Do My Best

Monday, December 15, 2014

Hai, apa kabar?
Udah lama nggak mampir.

Cepat banget ya, tau-tau udah bulan Desember aja. Hidup saya lagi agak sibuk gitu, sih. Tanggal 22 November lalu bikin acara Mini Bunkasai bareng anak-anak NihongoBu, terus Kamis lalu baru selesai UTS, dan sekarang lagi persiapan PKL.
Di PKL ini, saya masuk ke seksi umum, subseksi perlengkapan, bagian pernak-pernik dan percetakan. Katanya sih ya, baru katanya. Seksi umum itu kerjaannya modal otot, jadi harus siap capek.
Sebenarnya saya milih pilihan pertama seksi kuesioner, tapi apa daya, saya digeser jadi di seksi umum. Agak gimana gitu sih, awalnya. Tapi makin kesini makin sadar. Karena ini event seumur hidup sekali, so I'll do my best deh buat PKL ini. Nggak mau mikir yang susah-susah, jalanin aja, dibikin happy. Lagian di seksi ini banyak yang asyik-asyik kok orangnya. Ya, pokoknya saya mau mengeluarkan dan mengerahkan seluruh kemampuan saya. *iya, ini lebay*

Jadi, gitu.
Semoga semuanya lancar ya.
Bye!

Taken from here.

Tingkat Tiga!

Thursday, October 16, 2014

Yeay!
Gak kerasa udah nambah lagi nih pangkat di pundak saya, jadi garis tiga. Senang, sih, senang. Tapi, berasa tuanya deh. Saya masih belum siap buat jadi tua. :""'

Saya masuk di kelas 3SK5 sekarang, bareng sama Irma. Lumayan asyik sih orang-orang di kelas saya. Semoga aja kita semua akur terus sampai akhir tahun ajaran ya. #uhuk #kodekeras :p

Kalau ngomongin soal tantangan, di tingkat tiga ini tantangannya adalah PKL. Praktik Kerja Lapangan. Tahun lalu sih di Lampung. Gak tahu deh tahun ini kita bakal kemana.

Target saya buat tingkat tiga ini, berharap bisa ngikutin semua matkul dengan baik, IP naik, tambah rajin, gak males-malesan lagi. Amiin :")

Udah ya, segitu aja. Saya lagi males nulis sibuk ngepoin orang nih :p
See ya!

taken from here.

Response to "Pesan & Kesan dari 2K"

Saturday, August 30, 2014

Hai! Jadi, kayak yang udah sempat saya bilang di post sebelumnya, saya pingin banget nulis balasan buat teman-teman 2K yang udah nulis pesan & kesan buat saya. By the way, karena kemarin mereka bikinnya anonim, jadi saya gak tau pesannya dari siapa. Cuma nebak-nebak tulisannya aja. Okay, let's do it!














1. Kesan: Fanti unyu,... happy terus kalo deket fanti, hho..
Pesan: be yourself ya..
Alhamdulillah deh kalo aku bikin seneng, makasih yaa :)
Maaf lho aku gak tau ini tulisan siapa ._.

2. Kesan: -Bikin kelas jadi rame. -Agak tomboi sih, haha.
Pesan: -Keep rame... haha. -tetep jadi sahabat yang ramah.
Masa sih aku tomboi? Aku kan girly banget muahaha :p
Iya, iya, diusahain bakalan tetap ramah sama siapa aja :)
Makasih lho :)

3. Kesan: Pecinta rock, novel mania, jago bikin cerpen, seru banget orangnya, Nempel terus sama titis
Pesan: Stay cool
Wah, ini pasti Surad ya? Tau aku banget sih, jadi terharu :')
btw, aku baru 2 kali bikin cerpen keles, gak bisa dibilang jago juga -_-
itu kok pesannya stay cool? emangnya aku kulkas pintu dua apa? huahuahua -_____-
Thank you, anyway :) Stay cool juga ya, kamu! Eh, kenapa blogmu gak bisa dibuka?

4. Kesan: Kagum banget sama pengetahuan lagu"nya!! Gila! ni orang dengerin lagu mulu, ya? Pipinya dingin-dingin empuk.
Pesan: Belum sering ngobrol, tapi berharap bisa ngobrol lebih sering <3 :)
Hai, tante Nelica :)
aku emang suka dengerin lagu sih, tapi kerjaanku gak cuma gitu doang, tan -_-
eh itu pipi apa nugget ya? -_-
huaaaa aku juga mau lebih banyak ngobrol sama tante! makasih ya tan, maafin aku lho jarang ngobrol sama kamu.

5. Kesan: NARSIS, BULAT, COKLAT, LUCU, NGGEMESIN, MELEDAK-LEDAK
Pesan: MAIN TRAMPOLIN 3X setiap minggu 45 menit
Dari informasi yang aku dapet sih, ini tulisannya Dapa. HAHA MAKASIH BANYAK SARANNYA, DAP! AKU GAK PUNYA TRAMPOLIN, BTW -__-

6. Kesan: Baik, baik banget, super baik, care sama temen, si suara emaaass :*, gokil, asik, apa adanya, ga tau dah apa lagi ga cukup :)
Pesan: -Semangat kejar passion!!! -lebih srg cerita dong
Tis, ini titis kan? Akhirnya ketemu juga tulisanmu :) Makasih yaaaa, aku bakalan semangat terus kok!
perasaan aku udah tiap hari menghujanimu dengan cerita-ceritaku, masih kurang? hah?
dan kayaknya kamu harus ke dokter THT. sampai sekarang, yang bilang suaraku bagus aja gak ada, kamu malah bilang suaraku emas, sumpah tis, cuma kamu doang yang bilang gitu. Aku gak tau mesti seneng apa sedih huahahaha :') love you :*


7. Kesan: unyuuuuuuuu innocent, gemes deh.. :p apa ya.. gak ada kesan negatifnya sih.
Pesan: tetap ngeinnocent ya! innocentmu itu lucu loh fan! :D
siaaaap, aku kan emang polos hahaha :D
ini kayaknya Kiki ya? Makasih kiiiiiiii :)

8. Kesan: Fanti nduuut, baik banget orangnya, care, gokil, santai tapi bisa, keren dah pokoknya, gemes pengen dibawa pulang. Ajarin aku nulis dong..

Pesan: tetap jadi diri sendiri aja ya, Fan, semangat tingkat 3 nya, sukses yaa
Satu-satunya orang yang manggil aku "ndut" cuma Nastiti. Makasih ya, Nas. Kamu juga baik banget sama aku :) semoga kita sukses bareng. Aamiin!
kok minta ajarin nulis? lah itu udah nulis sendiri :p

9. Kesan: Fanti baik, jauh lebih baik dari apa itu baik sendiri soalnya dia mau gabung & guyon ama siapa aja nyambung gitu
Pesan: Fanti ayo temenan lebih deket!
Ayo kita temenan lebih deket! Ini kayaknya Acik deh. Makasih, Cik, aku jadi terharu beneran nih :')
Love you, Acik :)

10. Kesan: asik tapi agak berlebih hahaha walaupun masih dalam batas normal
Pesan: Hati2 di priuk banyak copet
Kok tau banget? Kamu salah satu copetnya ya, Made? :p
ambigu banget dah itu berlebih maksudnya apa coba? berat badan? iya, aku nyadar kok huahaha :p
thanks, de!

11. Kesan: baik, enak berteman, terkadang ngeselin
Pesan: pesanya baik semua orang
Huahahaha sumpah dari sekian banyak pesan, ini yang paling aku gak ngerti. Kayaknya sih ini tulisannya Boby hahaha. Makasih aja dah buat Boby :p
Maaf ya, Bob kalo aku suka ngeselin hehe

12. Jangan alay, kalo suka nyanyi ya jangan bergumam aja ya.
Seandainya suaraku merdu, Rio, aku pasti bakalan nyanyi sekenceng-kencengnya :v
Makasih ya, Rio, aku kagum banget lho sama kamu, apalagi setelah dengerin ini. Kamu keren banget (y). Sini, aku aja yang nyanyi :v *gak tau diri*

13. a6 bgt pokoknya, sabar, baik, loecoe!!! mangat terus ngebuswaynya (loh) inspiratif somehow, hobinya bisa berguna huhu mangat truz faan !! #priokgariskeras
Ini tulisannya rapi, kecil-kecil, pasti punya Irma. thank you, Irmaaaaa :) waduh, berat nih inspiratif :')
lo juga semangat terus ya nulisnya. Gue udah nemu blog lo! yang ini kan? Unyu banget blognya! :D
Semangat komuter! Bahasa Inggris lo jago banget!

14. Kesan: Baik, lucu, imut pengen punya adek kaya fanti buat dicubitin hahaa XD pengen bisa lebih deket sama fanty kadang kaya ga nyambung sih emang, tapi temenan sama fanty asik banget
Pesan: Stay strong priuk people!! you are sooo awesome!!
Stay strong juga Grogol people! Ini pasti dari Alvina cantik deh :)
Hahaha ntar gue kurus lagi kalo dicubitin terus XD
Stay beautiful, stay awesome, vin! :)

15. Kesan: lucu banget lah, ilmu, asiiik, selera musik kita hampir sama, ceria, jujur
Pesan: Stay cute!
Halo, Regina! Makasih yaaa :D
kamu juga keren banget lho, Regi! Stay cute yaaaah :)

16. Gak terlalu kenal sih, tapi kayanya orangnya asik, dan juga baik. wisuda 2016 aja lah. dan sukses dalam pengabdian pada negeri =)
Hai, maaf ya, kurang deket sama kamu. Aku juga gak tau sih ini tulisannya siapa. Duh, padahal kita sekelas T_T
Aamiin, semoga kita wisuda bareng-bareng ya 2016! Good luck! :)

17. Kesan: Rame, asyik, tipe jakarta banget yg ceplas  ceplos, asyik aja kalo didekatnya.
Pesannya mana nih? -_-
makasih ya, maaf lho kalo kamu tersinggung karena ke-ceplasceplos-an aku hehe :)

18. Kesan: Ribut, cerewet, tapi overall baik sih, selalu senyum, gak pernah marah
Hehehe maaf yaaa suka bikin ribut. Kata siapa aku gak pernah marah? hahaha
Makasih, ya, siapapun kamu :)

19. fanti ceria banget, baik, kamu jg bikin kelas 2k jadi ramai, pinter nulis (aku sering kepo blogmu)
semoga berhijabnya istiqomah yaa, aamiin
Ini pasti Heska! Aku juga udah tau blogmu, ini kan? :p wih, tulisanmu lebih bagus :)
Aamiin, doain ya, Hes :) makasih banyak yaa :D

20. Stay cool, cwe yg strong, gak pernah kliatan sedih... pengen nyontoh kamu yg menghadapi segalanya dg tenang. iku sipp begete!
Halo! Makasih ya! :D
Hehehe sebenernya aku juga sedih kok kalo TID gak keluar-keluar XD #eh
ayo, santai aja dalam ngejalanin hidup! ;)

Buat teman-teman 2K: Makasih banyak yaaa buat perhatiannya. Ternyata kalian ngerti aku banget lho. Maaf kalo aku selama ini suka alay, lebay, cerewet, ribut, dst, dst, hehehe. Itu maksudnya biar aku bisa lebih deket gitu sama kalian. Aku pingin bikin orang-orang disekitarku juga happy, gak canggung kalo deket sama aku. Maaf kalo malah ada yang ngerasa terganggu hehe. I just want to let you know that I love you, I love being with you, guys. Thanks for the memories we shared. Good luck to you all!

Nah, itu dia balasannya. Sayang, ada 12 orang yang gak ikutan kemarin, jadi pesan-kesannya gak lengkap deh :(
Ya udah, intinya, saya sayaaaaaang banget sama 2K!
We really had a good time :)



2K ke Puncak!

Friday, August 29, 2014

Halo!
Saya lagi liburan nih, sampai bulan Oktober.
Nanti masuk kampus udah tingkat 3 deh. Please banget jangan tanya IPK saya yang kemarin. Yah, you know lah... Tapi saya sih gak ambil pusing haha. Usaha aja semoga semester depan bisa lebih bagus! Aamiin!

Anyway, tanggal 25-26 Agustus kemarin saya sama teman-teman kelas saya jalan-jalan ke Puncak. Asyik banget, walaupun gak semuanya ikut. Cuma 22 orang dari 34 orang. Banyak yang pada mudik sih.

2K! gak lengkap sih, ada yang gak ikutan foto.

Jadi, kita berangkat tanggal 25 pagi, sekitar jam 7.30. Alhamdulillah jalanannya gak macet. Selama dijalan, kita main games tebak-tebakan hewan sama tebak-tebakan teman. Hah! Walaupun gampang, tapi itu games-nya bikin suasana rame. Nah, habis itu, berhubung ada yang bawa gitar, kita nyanyi-nyanyi juga. Seru deh!




Gak lama kemudian, kita sampai di villa. Bagus lho villanya. Jadi bangunannya ada dua gitu, cowok sama cewek bisa pisah. Di tengah-tengah ada kolam renangnya. Di depan rumah cowok ada Mushola. Di depan rumah cewek ada ruang serbaguna, tempat kita buat ngumpul-ngumpul. Nah, disitu ada VCD buat karaokean, tapi lagunya dangdut sama lagu lawas semua hahaha. Halamannya luas banget, ada mainannya, kayak ayunan, sama jungkat-jungkit. Ayunannya kuat kok, saya naikin dan gak patah :v



Acik, di ruang serbaguna. Tuh, ada VCD kalo mau karaokean.

Sekitar jam 11.00 kita makan siang, habis itu main games lagi. Kita dibagi jadi 4 kelompok, Hitam, Putih, Merah, sama Hijau. Saya masuk ke kelompok merah, bareng sama Alvina, Rio, dan Bobby. Game-nya tebak judul lagu pakai gerak tubuh. Jadi ada yang meragain didepan, dan kita harus tebak itu judul lagu apa. Di game ini, kelompok saya juara dua! :D
Game selanjutnya nulis cerita estafet, jadi gitulah, mulai dari orang pertama yang nulis, dilanjutin sama orang kedua, sampai ke orang ke empat. Ceritanya jadi gak jelas banget!



yeay, merah! :D





Makan pie susu yang enak :3
Habis itu, kita main... apa ya... saya gak tau namanya. Jadi ada dua kelompok, masing-masing punya satu Ratu atau Raja, nah, tugasnya adalah kelompok-kelompok itu harus ngelindungin Raja atau Ratunya, sementara kelompok yang lain ngelempar bola ke arah mereka. Pokoknya gak boleh kena bola, kalau kena bola, yaudah mati. Nah, disini kelompok saya kalah. Pffffttt -___-
Terus kita main game itu lagi, tapi semua orang ikutan. Jadi cuma ada dua kelompok besar. Kelompok saya kalah lagi. Hukumannya harus disiram tepung besoknya hahaha.



Setelah itu, ada waktu bebas. Ada yang main uno, ada yang berenang, ada yang langsung masuk kamar. Kalau saya sih langsung mandi haha, terus berhubung villanya dekat dari Curug Cilember, saya jalan-jalan kesana. Gak masuk sih, cuma di depan pintu gerbangnya aja. Soalnya katanya besok pagi kita mau kesana. Pulang dari jalan-jalan, saya karaokean bareng Arif sama Dapa. Setelah coba-coba berbagai macam kaset lagu dangdut, dan gak ada satupun yang bener, akhirnya kita menemukan kaset Chrisye, yaudah kita nyanyi itu aja, walaupun macet-macet lagunya, maklum kaset bajakan hahaha. Kita bubaran pas udah maghrib.

Sore, depan gerbang Curug Cilember.

Malamnya, ternyata hujan. Tadinya kita mau buat api unggun sambil bakar-bakaran jagung sama sosis, tapi gak jadi. Akhirnya cuma minta tolong ibu yg jagain villa buat ngegorengin sosisnya aja. Jagungnya saya gak tau dikemanain.
Kita kumpul lagi di ruang serbaguna buat makan malam. Udah selesai makan, kita nyanyi-nyanyi sebentar. Regina, teman saya, ternyata jago main gitar lho. Habis itu, ada game lagi, eh ini sebenarnya bukan game sih ya... jujur-jujuran aja gitu. Jadi, kita harus nulis pesan dan kesan buat teman-teman yang lain. Uh, saya terharu baca tulisan-tulisan teman-teman saya hehe. Makasih ya, semuanya :')
Saya ada rencana mau bikin balasan buat mereka sih, tapi belum tau juga, lihat nanti aja deh.




Our dinner! looks delicious.

Regina yang kece :)
Jadi, itu rangkaian acara terakhir untuk tanggal 25. Setelah itu ada yang langsung balik kamar, ada juga yang masih nyanyi-nyanyi diluar. Saya sempat ikutan nyanyi diluar dulu, tapi lama-lama ngantuk juga, jadinya saya balik ke kamar deh.

Besoknya, tanggal 26, kita bangun pagi langsung sholat. Nah, sekitar jam 6.00 kita stretching di halaman. Terus, abis sarapan, kita langsung jalan ke Curug Cilember. Tiket masuknya 10ribu rupiah aja per orang.

Welcome to Curug Cilember!

Nah, dari pintu masuk, kita harus jalan mendaki untuk sampai ke air terjunnya. Yang pertama itu ada air terjun 7.

Go, go, go!


Setelah puas disana, kita naik lagi ke air terjun 5, nah abis itu ke air terjun 2. Capek sih, tapi setimpal sama pemandangannya. Teman-teman saya juga pada happy kok.



With my chairmate, Titis :D

Pulangnya, tangan saya digigit lintah!

Hi, little thing :)
Pas udah sampai di villa, kita main games lagi. Kali ini game-nya ngumpulin koin yang ada di dasar kolam, kelompok yang terbanyak dapat koin, dia yang menang. Pffftt kelompok saya kalah lagi. Gak ada yang bisa berenang sih haha. Game kedua sama aja. Tapi bedanya, kita harus ngumpulin huruf-huruf yang udah ditempelin ke pecahan batu yang disebar di dasar kolam. Nanti huruf-huruf yang kita kumpulin itu harus membentuk satu kata yang udah ditentukan sama panitia. Kelompok saya dapat kata "Probabilitas", haha statistik banget dah. Seperti biasa, kelompok saya kalah lagi :p

Nah, ini nih yang paling ditunggu-tunggu, hukuman disiram tepung buat game lempar bola yang kemarin. Aaaaah bajunya lengket semua kena tepung! Udah digosok-gosok tapi tetap susah ngilanginnya -_-
Selesai main tepung, langsung pada beres-beres, mandi, bersih-bersih kamar, dan sebagainya, soalnya kita mau pulang ke Jakarta. Huhu sedih deh, padahal disana asyik banget, udaranya bersih, segar, adem, pokoknya nyaman.

Sebelum pulang, kita kumpul dulu di ruang serbaguna buat makan siang, terus ada undian doorprize sama kasih hadiah ke yang menang game. Tahu gak? Saya yang menang undian doorprize lho, ini baru pertama kalinya nama saya keluar di undian! Biasanya saya gak pernah beruntung haha :D
Kalau pemenang game, pastinya Kelompok Hitam. Kelompok saya urutan terakhir haha.
Setelah itu kita maaf-maafan. Yah, kan udah setahun bareng, pasti ada aja kesalahan yang bikin temen-temen kita kesal, makanya harus saling maaf-memaafkan juga saling mendoakan. Saya sedih karena kita udah gak sekelas lagi, tapi semoga jalinan persahabatan dan kekeluargaan di kelas 2K tetap terjaga yaaa. :D

Good luck buat kita semua, semoga bisa wisuda bareng-bareng tahun 2016. Aamiin! :)
Love you, 2K!

Strawberry Swing

Thursday, July 24, 2014

I was sitting there on the strawberry swing. I was all alone. I’ve always been alone. I swung slowly, feeling the wind blew on my face. I closed my eyes, thinking about nothing. The sky over me was so blue, no clouds, just plain blue. The sun was shining brightly. I could hear the bird’s chirping.
The strawberry swing is in the park near my house. It’s always been quite. Not many people there. So, I like to go there for thinking or just sitting alone. Well, I like being alone.
I come to that place everyday, a strawberry-shaped-swing. Sometimes I bring my books, and sometimes I bring my headset, listening to some good music from my phone on the strawberry swing.
But that day, I brought nothing. I just wanted to sit, and doing nothing. When I was swinging, suddenly a guy came,
“Hey, let me swing you.”
“No, I don’t…”
I wanted to refuse, but he didn’t even listen to me and keep walking closer. When he was right behind me, he started to push my swing slowly. I didn’t know what to do. So, I just let him. It’s not that I wasn’t afraid, I was. Since I didn’t even know this guy. But something inside my heart said that he is a good guy.
He didn’t say a word. I was wondering whether I should ask or something. But, I couldn’t find any words to say. Well, I’m not surprised since I’m an introvert. I always being clumsy near people. That’s why I like being alone.
But then, the strawberry swing stopped. He said,
            “I have to go. Bye.”
Then poof, he just walked away and disappear.
What was that?


The next day, I came to the park again as usual. There were just a couple sitting on the bench in the park. I walked to my favorite place, the strawberry swing. I sat down there, looking around, maybe I could see something interesting. Then he came. That guy. I stared at him. He wore blue t-shirt, and blue torn out jeans. He has black hair, and dark eyes. I didn’t notice his appearance yesterday. When he saw me, he smiled. I didn’t know why, I felt the butterflies on my stomach. His smile was adorable. I would do anything to see that smile again.
He walked closer and finally he was right in front of me.
            “Hey, you again,” he smiled.
I didn’t say anything, hypnotized by his mesmerizing smile. He’s not that handsome, but there is something that makes me couldn’t get my eyes off of him.
            “Do you often here?” he asked.
            “Yeah,” my voice was so low that I thought he didn’t hear.
            “Well… I am Cody, you?”
            “Um, Lisa.” I answered hesitantly.
            “I just moved, my house is around there,” he pointed to the street beside this park.
            “I am sorry for yesterday. I thought I might be scared you,” he added.
            “It’s okay,” I nodded.
He smiled again, and walked to my back. Pushed my swing slowly. I wasn’t as clumsy as yesterday. I don’t know how old he is, but he must be older than me. Early 20, I guessed. I wanted to know why he is here. Is he waiting for someone or maybe just walking around? Is he really a good guy? What if he actually want to kidnap me? Who knows.
            “Why are you here?” I finally asked.
            “Um, I want to see you.” I could feel he was smiling when he was saying that.
My face got red. I was relief that he was behind me so he couldn’t see my face. Nobody ever said that to me, especially a stranger who just appeared and swing me back and forth. His answer surprised me, so I didn’t ask anything again. I was surprised that I got so happy hearing his answer, and again, I could felt a hundred butterflies on my stomach.


Time goes by, so do we. We got closer and closer. At the moment, I already knew that I have fallen to him. I didn’t tell him about my feeling, because I’m afraid it would ruin our friendship. He’s a really good guy, he was always there beside me, listen to all my story, he always ready to catch me whenever I fall. I didn’t want to lose him, because I knew I would never find anyone like him. In my eyes, he’s that perfect.
That day, when we were lying down under the big tree beside the strawberry swing, he asked me,
            “Do you have a boyfriend?”
My heart suddenly stopped for a second and beat faster,
            “No. Do you?”
            “If you have one, tell me, okay?”
He didn’t answer my question, I was curious but I didn’t want to force him, so I was just saying, “Okay,” and nodded.
I wanted to tell him about my feelings, but I didn’t have the guts, I just keep them for myself instead. I hope that he would figure it out someday.
On the day like this, when the sky was so bright, we’d love to sat down on the strawberry swing. He swing me back and forth slowly. We didn’t talk much. The atmosphere was so quiet. The silence was covering us up. I love this kind of silence, it was a comfortable silence, not an awkward one. I wish I could read minds, I really wanted to know what’s running on Cody’s mind.


Weeks later, I was sitting on the strawberry swing, waiting for Cody to come. My feeling was still the same, it even got stronger, I couldn’t help it. I was going to tell him about my feeling that day. I’ve thought about it last night. What’s in the world would be better than having a boyfriend who was your best friend?
I’ve been waiting for 2 hours and he hasn’t appeared yet. It was unusual, but I kept waiting. There I saw him, on the edge of the street. But, wait… he wasn’t alone. He was with a girl. She’s so beautiful with blonde wavy hair. They were holding hands. I got up quickly and hid behind the big tree beside the strawberry swing. I didn’t even know why I need to hide myself. It was just so painful to see them together. Then I peeked, I saw Cody was staring at the strawberry swing, maybe looking for me, but he couldn’t find me. He shifted his gaze to that girl. The girl was saying something that made Cody laugh. She grabbed his arm and they were walking away from the park. I could see Cody wrapped his arm around the girl’s hips, and she leaned her head to Cody’s shoulder.
After I was sure that they had gone, I sat back on the strawberry swing. I was so weak and hurt. My body was shaking, then my eyes suddenly filled up with tears. I didn’t want to cry, but the tears keep falling. I was broken.

Here I am, sitting alone again on the strawberry swing, the place where everything started, but also the place where it ended. I never knew that love is could be this painful.

Taken from here :)
***

Hello, this is my first short story written in english. So, I'm sorry if there were wrong grammar, or any mistakes. Hope you enjoy this story!
By the way, this story was inspired by Coldplay's song, Strawberry Swing. Go listen to it!
Made With Love By The Dutch Lady Designs