Pages

2K ke Puncak!

Friday, August 29, 2014

Halo!
Saya lagi liburan nih, sampai bulan Oktober.
Nanti masuk kampus udah tingkat 3 deh. Please banget jangan tanya IPK saya yang kemarin. Yah, you know lah... Tapi saya sih gak ambil pusing haha. Usaha aja semoga semester depan bisa lebih bagus! Aamiin!

Anyway, tanggal 25-26 Agustus kemarin saya sama teman-teman kelas saya jalan-jalan ke Puncak. Asyik banget, walaupun gak semuanya ikut. Cuma 22 orang dari 34 orang. Banyak yang pada mudik sih.

2K! gak lengkap sih, ada yang gak ikutan foto.

Jadi, kita berangkat tanggal 25 pagi, sekitar jam 7.30. Alhamdulillah jalanannya gak macet. Selama dijalan, kita main games tebak-tebakan hewan sama tebak-tebakan teman. Hah! Walaupun gampang, tapi itu games-nya bikin suasana rame. Nah, habis itu, berhubung ada yang bawa gitar, kita nyanyi-nyanyi juga. Seru deh!




Gak lama kemudian, kita sampai di villa. Bagus lho villanya. Jadi bangunannya ada dua gitu, cowok sama cewek bisa pisah. Di tengah-tengah ada kolam renangnya. Di depan rumah cowok ada Mushola. Di depan rumah cewek ada ruang serbaguna, tempat kita buat ngumpul-ngumpul. Nah, disitu ada VCD buat karaokean, tapi lagunya dangdut sama lagu lawas semua hahaha. Halamannya luas banget, ada mainannya, kayak ayunan, sama jungkat-jungkit. Ayunannya kuat kok, saya naikin dan gak patah :v



Acik, di ruang serbaguna. Tuh, ada VCD kalo mau karaokean.

Sekitar jam 11.00 kita makan siang, habis itu main games lagi. Kita dibagi jadi 4 kelompok, Hitam, Putih, Merah, sama Hijau. Saya masuk ke kelompok merah, bareng sama Alvina, Rio, dan Bobby. Game-nya tebak judul lagu pakai gerak tubuh. Jadi ada yang meragain didepan, dan kita harus tebak itu judul lagu apa. Di game ini, kelompok saya juara dua! :D
Game selanjutnya nulis cerita estafet, jadi gitulah, mulai dari orang pertama yang nulis, dilanjutin sama orang kedua, sampai ke orang ke empat. Ceritanya jadi gak jelas banget!



yeay, merah! :D





Makan pie susu yang enak :3
Habis itu, kita main... apa ya... saya gak tau namanya. Jadi ada dua kelompok, masing-masing punya satu Ratu atau Raja, nah, tugasnya adalah kelompok-kelompok itu harus ngelindungin Raja atau Ratunya, sementara kelompok yang lain ngelempar bola ke arah mereka. Pokoknya gak boleh kena bola, kalau kena bola, yaudah mati. Nah, disini kelompok saya kalah. Pffffttt -___-
Terus kita main game itu lagi, tapi semua orang ikutan. Jadi cuma ada dua kelompok besar. Kelompok saya kalah lagi. Hukumannya harus disiram tepung besoknya hahaha.



Setelah itu, ada waktu bebas. Ada yang main uno, ada yang berenang, ada yang langsung masuk kamar. Kalau saya sih langsung mandi haha, terus berhubung villanya dekat dari Curug Cilember, saya jalan-jalan kesana. Gak masuk sih, cuma di depan pintu gerbangnya aja. Soalnya katanya besok pagi kita mau kesana. Pulang dari jalan-jalan, saya karaokean bareng Arif sama Dapa. Setelah coba-coba berbagai macam kaset lagu dangdut, dan gak ada satupun yang bener, akhirnya kita menemukan kaset Chrisye, yaudah kita nyanyi itu aja, walaupun macet-macet lagunya, maklum kaset bajakan hahaha. Kita bubaran pas udah maghrib.

Sore, depan gerbang Curug Cilember.

Malamnya, ternyata hujan. Tadinya kita mau buat api unggun sambil bakar-bakaran jagung sama sosis, tapi gak jadi. Akhirnya cuma minta tolong ibu yg jagain villa buat ngegorengin sosisnya aja. Jagungnya saya gak tau dikemanain.
Kita kumpul lagi di ruang serbaguna buat makan malam. Udah selesai makan, kita nyanyi-nyanyi sebentar. Regina, teman saya, ternyata jago main gitar lho. Habis itu, ada game lagi, eh ini sebenarnya bukan game sih ya... jujur-jujuran aja gitu. Jadi, kita harus nulis pesan dan kesan buat teman-teman yang lain. Uh, saya terharu baca tulisan-tulisan teman-teman saya hehe. Makasih ya, semuanya :')
Saya ada rencana mau bikin balasan buat mereka sih, tapi belum tau juga, lihat nanti aja deh.




Our dinner! looks delicious.

Regina yang kece :)
Jadi, itu rangkaian acara terakhir untuk tanggal 25. Setelah itu ada yang langsung balik kamar, ada juga yang masih nyanyi-nyanyi diluar. Saya sempat ikutan nyanyi diluar dulu, tapi lama-lama ngantuk juga, jadinya saya balik ke kamar deh.

Besoknya, tanggal 26, kita bangun pagi langsung sholat. Nah, sekitar jam 6.00 kita stretching di halaman. Terus, abis sarapan, kita langsung jalan ke Curug Cilember. Tiket masuknya 10ribu rupiah aja per orang.

Welcome to Curug Cilember!

Nah, dari pintu masuk, kita harus jalan mendaki untuk sampai ke air terjunnya. Yang pertama itu ada air terjun 7.

Go, go, go!


Setelah puas disana, kita naik lagi ke air terjun 5, nah abis itu ke air terjun 2. Capek sih, tapi setimpal sama pemandangannya. Teman-teman saya juga pada happy kok.



With my chairmate, Titis :D

Pulangnya, tangan saya digigit lintah!

Hi, little thing :)
Pas udah sampai di villa, kita main games lagi. Kali ini game-nya ngumpulin koin yang ada di dasar kolam, kelompok yang terbanyak dapat koin, dia yang menang. Pffftt kelompok saya kalah lagi. Gak ada yang bisa berenang sih haha. Game kedua sama aja. Tapi bedanya, kita harus ngumpulin huruf-huruf yang udah ditempelin ke pecahan batu yang disebar di dasar kolam. Nanti huruf-huruf yang kita kumpulin itu harus membentuk satu kata yang udah ditentukan sama panitia. Kelompok saya dapat kata "Probabilitas", haha statistik banget dah. Seperti biasa, kelompok saya kalah lagi :p

Nah, ini nih yang paling ditunggu-tunggu, hukuman disiram tepung buat game lempar bola yang kemarin. Aaaaah bajunya lengket semua kena tepung! Udah digosok-gosok tapi tetap susah ngilanginnya -_-
Selesai main tepung, langsung pada beres-beres, mandi, bersih-bersih kamar, dan sebagainya, soalnya kita mau pulang ke Jakarta. Huhu sedih deh, padahal disana asyik banget, udaranya bersih, segar, adem, pokoknya nyaman.

Sebelum pulang, kita kumpul dulu di ruang serbaguna buat makan siang, terus ada undian doorprize sama kasih hadiah ke yang menang game. Tahu gak? Saya yang menang undian doorprize lho, ini baru pertama kalinya nama saya keluar di undian! Biasanya saya gak pernah beruntung haha :D
Kalau pemenang game, pastinya Kelompok Hitam. Kelompok saya urutan terakhir haha.
Setelah itu kita maaf-maafan. Yah, kan udah setahun bareng, pasti ada aja kesalahan yang bikin temen-temen kita kesal, makanya harus saling maaf-memaafkan juga saling mendoakan. Saya sedih karena kita udah gak sekelas lagi, tapi semoga jalinan persahabatan dan kekeluargaan di kelas 2K tetap terjaga yaaa. :D

Good luck buat kita semua, semoga bisa wisuda bareng-bareng tahun 2016. Aamiin! :)
Love you, 2K!

Strawberry Swing

Thursday, July 24, 2014

I was sitting there on the strawberry swing. I was all alone. I’ve always been alone. I swung slowly, feeling the wind blew on my face. I closed my eyes, thinking about nothing. The sky over me was so blue, no clouds, just plain blue. The sun was shining brightly. I could hear the bird’s chirping.
The strawberry swing is in the park near my house. It’s always been quite. Not many people there. So, I like to go there for thinking or just sitting alone. Well, I like being alone.
I come to that place everyday, a strawberry-shaped-swing. Sometimes I bring my books, and sometimes I bring my headset, listening to some good music from my phone on the strawberry swing.
But that day, I brought nothing. I just wanted to sit, and doing nothing. When I was swinging, suddenly a guy came,
“Hey, let me swing you.”
“No, I don’t…”
I wanted to refuse, but he didn’t even listen to me and keep walking closer. When he was right behind me, he started to push my swing slowly. I didn’t know what to do. So, I just let him. It’s not that I wasn’t afraid, I was. Since I didn’t even know this guy. But something inside my heart said that he is a good guy.
He didn’t say a word. I was wondering whether I should ask or something. But, I couldn’t find any words to say. Well, I’m not surprised since I’m an introvert. I always being clumsy near people. That’s why I like being alone.
But then, the strawberry swing stopped. He said,
            “I have to go. Bye.”
Then poof, he just walked away and disappear.
What was that?


The next day, I came to the park again as usual. There were just a couple sitting on the bench in the park. I walked to my favorite place, the strawberry swing. I sat down there, looking around, maybe I could see something interesting. Then he came. That guy. I stared at him. He wore blue t-shirt, and blue torn out jeans. He has black hair, and dark eyes. I didn’t notice his appearance yesterday. When he saw me, he smiled. I didn’t know why, I felt the butterflies on my stomach. His smile was adorable. I would do anything to see that smile again.
He walked closer and finally he was right in front of me.
            “Hey, you again,” he smiled.
I didn’t say anything, hypnotized by his mesmerizing smile. He’s not that handsome, but there is something that makes me couldn’t get my eyes off of him.
            “Do you often here?” he asked.
            “Yeah,” my voice was so low that I thought he didn’t hear.
            “Well… I am Cody, you?”
            “Um, Lisa.” I answered hesitantly.
            “I just moved, my house is around there,” he pointed to the street beside this park.
            “I am sorry for yesterday. I thought I might be scared you,” he added.
            “It’s okay,” I nodded.
He smiled again, and walked to my back. Pushed my swing slowly. I wasn’t as clumsy as yesterday. I don’t know how old he is, but he must be older than me. Early 20, I guessed. I wanted to know why he is here. Is he waiting for someone or maybe just walking around? Is he really a good guy? What if he actually want to kidnap me? Who knows.
            “Why are you here?” I finally asked.
            “Um, I want to see you.” I could feel he was smiling when he was saying that.
My face got red. I was relief that he was behind me so he couldn’t see my face. Nobody ever said that to me, especially a stranger who just appeared and swing me back and forth. His answer surprised me, so I didn’t ask anything again. I was surprised that I got so happy hearing his answer, and again, I could felt a hundred butterflies on my stomach.


Time goes by, so do we. We got closer and closer. At the moment, I already knew that I have fallen to him. I didn’t tell him about my feeling, because I’m afraid it would ruin our friendship. He’s a really good guy, he was always there beside me, listen to all my story, he always ready to catch me whenever I fall. I didn’t want to lose him, because I knew I would never find anyone like him. In my eyes, he’s that perfect.
That day, when we were lying down under the big tree beside the strawberry swing, he asked me,
            “Do you have a boyfriend?”
My heart suddenly stopped for a second and beat faster,
            “No. Do you?”
            “If you have one, tell me, okay?”
He didn’t answer my question, I was curious but I didn’t want to force him, so I was just saying, “Okay,” and nodded.
I wanted to tell him about my feelings, but I didn’t have the guts, I just keep them for myself instead. I hope that he would figure it out someday.
On the day like this, when the sky was so bright, we’d love to sat down on the strawberry swing. He swing me back and forth slowly. We didn’t talk much. The atmosphere was so quiet. The silence was covering us up. I love this kind of silence, it was a comfortable silence, not an awkward one. I wish I could read minds, I really wanted to know what’s running on Cody’s mind.


Weeks later, I was sitting on the strawberry swing, waiting for Cody to come. My feeling was still the same, it even got stronger, I couldn’t help it. I was going to tell him about my feeling that day. I’ve thought about it last night. What’s in the world would be better than having a boyfriend who was your best friend?
I’ve been waiting for 2 hours and he hasn’t appeared yet. It was unusual, but I kept waiting. There I saw him, on the edge of the street. But, wait… he wasn’t alone. He was with a girl. She’s so beautiful with blonde wavy hair. They were holding hands. I got up quickly and hid behind the big tree beside the strawberry swing. I didn’t even know why I need to hide myself. It was just so painful to see them together. Then I peeked, I saw Cody was staring at the strawberry swing, maybe looking for me, but he couldn’t find me. He shifted his gaze to that girl. The girl was saying something that made Cody laugh. She grabbed his arm and they were walking away from the park. I could see Cody wrapped his arm around the girl’s hips, and she leaned her head to Cody’s shoulder.
After I was sure that they had gone, I sat back on the strawberry swing. I was so weak and hurt. My body was shaking, then my eyes suddenly filled up with tears. I didn’t want to cry, but the tears keep falling. I was broken.

Here I am, sitting alone again on the strawberry swing, the place where everything started, but also the place where it ended. I never knew that love is could be this painful.

Taken from here :)
***

Hello, this is my first short story written in english. So, I'm sorry if there were wrong grammar, or any mistakes. Hope you enjoy this story!
By the way, this story was inspired by Coldplay's song, Strawberry Swing. Go listen to it!

My Two-Months Life

Saturday, June 21, 2014

Halo!
Udah lama gak mampir kesini, kangen juga mau nulis curhatan random :D

Wah, udah bulan Juni. Berarti udah dua bulan saya gak ngeblog hehe. But these two months were awesome, and I'm so grateful for it.
Tahu gak, kenapa? Karena banyak hal spesial yang terjadi dalam dua bulan kemarin. Oke, langsung aja ceritanya.

Well, I can't remember what actually happened on April. Oh, ulang tahun saya! Yup, saya ulang tahun bulan April yang lalu, dan... saya dapat hadiah novel Touche: Alchemist dari Ukhti! So happy, because it's my favorite author's work. Thank you, Ukhti! :D
Dan, ada satu fakta yang menurut saya keren: bulan ulang tahun saya sama kayak ulang tahunnya Gerard Way, vokalis band favorit saya, MCR! Kami sama-sama ulang tahun bulan April, tapi dia tanggal 9, sedangkan saya akhir bulan hahaha ini memang agak maksa sih ya, tapi can you see how cool is that? :p

Terus, ada kabar baik lagi! Jadi, waktu itu ada penerbit yang mencari first reader. Nah, saya ikutan daftar deh. Ternyata saya terpilih! Yeay! Saya dikirimin dua novel dan tiap novelnya dikasih waktu dua minggu untuk saya baca dan resensi. Imbalannya dapat satu buah novel gratisan hehe.
Beberapa hari yang lalu, hari Senin, sih, tepatnya. Editor Penerbit Tiga Serangkai kirim e-mail ke saya lagi. Menawarkan saya mau jadi first reader lagi atau nggak. Wah, pastinya gak akan saya tolak. Keren banget gak sih kerjaan ini?
Ngomong-ngomong soal editor, saya sekarang jadi editornya Fiksis54 lho... Jadi, sekumpulan teman-teman kampus saya ada yang bikin group nulis gitu, namanya Fiksis54. Mereka sekarang lagi nyoba bikin novel bareng-bareng. Nah, saya ditawarin untuk jadi editornya hehe. Sebenarnya saya agak ragu buat nerimanya, saya, kan, belum punya pengalaman apa-apa, cuma suka review asal aja, tapi akhirnya saya terima deh buat nambah-nambah pengalaman hehe.

Oh ya, waktu bulan Mei lalu, saya sempat jalan-jalan kerumah teman saya, Titis, di Purworejo, Jawa Tengah. Ceritanya habis UTS, libur, dan gak kemana-mana, akhirnya saya ikut aja main ke tempat dia. Berhubung rumah Titis gak jauh dari rumah nenek saya, saya juga mampir sebentar ke rumah nenek saya di Prembun, Kebumen. Udah lama gak mudik kesana, dan senang banget bisa ngerasain suasana di kampung halaman lagi walaupun cuma sebentar.
Nah, besoknya saya, Titis, Ukhti, sama Wikan pergi ke Jogja. Cuma jalan-jalan di Malioboro sih, tapi seru kok!

Okay, I'm gonna scream right now because I'm so excited to tell you this: I WATCHED SECONDHAND SERENADE!!! Aaaaaaaa SECONDHAND SERENADE! :D
Iya, Secondhand Serenade yang itu. Saya memang suka banget sama Secondhand Serenade. Waktu saya lihat poster JakCloth di facebook, dan guest starnya ada Secondhand, saya langsung cari teman buat nonton di Senayan hehehe. Dengan harga 20 ribu rupiah aja, saya udah bisa nonton dia. How lucky I am!
Sebenarnya JakCloth tahun lalu juga bintang tamunya Secondhand, cuma waktu itu saya gak nonton, tapi tahun ini ternyata dia lagi. Pastinya saya gak bakal ngelewatin yang satu ini :p
John Vesely kereeeeeeen bangeeeeet! :D

Kebetulan, event JakCloth itu barengan sama Jakarta Book Fair. Jadi abis dari JakCloth, besoknya saya ke JBF. Got a lot of books there! Uang saya juga habis T__T
Saya gak bisa menahan diri buat gak beli. Banyak stand yang keren-keren, bahkan Periplus juga ikutan. Niatnya cuma mau beli beberapa buku, tapi kenyatannya malah banyak banget yang dibawa pulang. Ketika sampai dirumah, dan lihat dompet, baru sadar deh seberapa besarnya kekacauan yang udah saya bikin untuk keadaan ekonomi saya kedepan :p
Well, buying new books is always be my guilty pleasure.

Selain hal-hal menyenangkan diatas, ada juga unlucky events yang terjadi sama saya. Saya jatuh lagi dari motor. Err.. ini udah yang ke lima atau ke enam kalinya saya jatuh pfft -__-
Terus, handphone saya rusak. Gak bisa dipencet. Akhirnya saya pakai handphone lama saya yang udah jelek tapi masih bisa dipakai. Dan ternyata besoknya di masjid kampus, handphone jelek itu hilang sekalian sama dompet saya. Duh, saya apes banget. Sebenarnya uang di dompet saya gak seberapa, tapi kartu-kartu dan surat-surat saya ada di dompet semua. Repot ngurusnya.
Tapi Allah masih sayang sama saya, satu hari setelah dompet saya hilang, ternyata ada yang mengembalikan lagi ke saya, dan surat-suratnya juga masih lengkap. Alhamdulillah deh, gak jadi bingung ngurusin surat-surat itu.

Dan, satu lagi, buat seseorang. I want to tell you this: I'm sorry if I was hurting you. Don't get me wrong, I'm just trying to keep my heart safe on its place. I don't wanna let it fall anymore.

Jadi, ya gitulah hidup saya.
Bye bye! :D

gambarnya dari sini.

Made With Love By The Dutch Lady Designs